Kamis, 10 Januari 2013

Wajah-Wajah 2012

Ing Dom_Wehea

Heang Tung_Wehea

Musa Ba, sang aktivis dari Diak Lay_Wehea

Siang Geah_tokoh muda dari Nehas Liah Bing

Siang Geah_Sekretaris DPP St. Maria RD_Nehas Liah Bing

Fina_Ibu Ketua KOMKA

Heang Tung_Lagi Serius

Fredy_Lagi Nelpon Calon Istri

Nyonya Yohanis_Selalu Tersenyum

Wajah-Wajah 2012

Bapak Kristian Paipinan

Mama Siska

Bapak Siska

Pak Kristian dan Pak Musa Ba

Pak Ding Yeang

Timores

Timores

Pak Lejie Ding

Natal di Nehas Liah Bing_Wehea_East Borneo

  Natal di Nehas Liah Bing Berlangsung Meriah dan Aman

Nehas Liah Bing, 25/12/12


Perayaan Natal tahun 2012 di Paroki St. Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing_Wehea_East Borneo berlangsung lancer dan meriah.
P. Thomas Sudarmoko, SVD dan P. Lucius Tumanggor, SVD

Ribuan umat Katolik yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Muara Wehea, Kung Beang, Telen, bahkan dari Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau tumpah ruah merayakan Misa Natal yang dilaksanakan di Gereja St. Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing.

Sejak pagi hari, umat dari berbagai penjuru mulai berdatangan, termasuk pada berbagai perusahaan yang tersebar pada beberapa kecamatan di dalam wilayah dan sekitar wilayah paroki. Jauhnya jarak juga tidak menyurutkan langkah umat yang datang dari tempat-tempat terjauh.

Tepat pukul 9 pagi, perayaan Natal 2012 dilaksanakan. Kemeriahan pada Misa Malam Natal diteruskan pada perayaan tanggal 25 Desember 2012. Misa berlangsung semarak dalam sebuah kebahagiaan dan sukacita, diiringi madah pujian nan indah yang dipersembahkan oleh para anggota koor Paroki St. Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing yang merupakan gabungan dari berbagai stasi dalam wilayah paroki.

Allah Telah Mengasihi Kita (Natal; 25/12/12)
Ribuan umat bersatu dalam sebuah tema Natal 2012 “Allah Telah Mengasihi Kita”. Kasih Allah tanpa batas, sehingga rela mengutus PutraNya ke dunia demi menebus dosa manusia.

Natal di Nehas Liah Bing_Wehea
Bersatu dalam sukacita bersama, tanpa sekat dan batas, saling berbagi Kasih dengan sesama, telah menjadikan Natal sebagai salah satu perekat bagi seluruh umat Katolik yang tersebar hingga ke pelosok wilayah paroki.

Selamat Hari Raya Natal 2012, semoga Kasih Natal membawa Damai bagi manusia dan dunia…………

Sukses, kegiatan Anak Misioner di Stasi St. Petrus Bea Nehas_Wehea_East Borneo


Stasi St. Petrus Bea Nehas Sukses Selenggarakan Pekan Anak Misioner
Bea Nehas, Wehea (6/1/13)


Mengusung tema Anak dan Remaja Bertumbuh dalam Iman dan Kebenaran, sebanyak 417 orang perwakilan anak missioner dari 10 stasi dalam Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing mengikuti Pekan Anak Misioner yang dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 4 – 6 Januari 2013.

Sejak pukul 11.00 wiata, para peserta dari berbagai stasi mulai berdatangan ke Desa Bea Nehas hingga sore hari menjelang pembukaan kegiatan.

Dari registrasi kepada panitia pelaksana, ternyata dari 18 stasi yang diharapkan hadir hanya 10 stasi yang mengirimkan pesertanya. Delapan stasi lainnya tidak mengirimkan peserta karena adanya beberapa halangan, diantaranya dari Stasi Long Wehea, Diaq Leway, Batu Ampar, Sungai Elang, Mawai, Astra, dan lain-lain.

Diawali Misa Pembukaan yang dipimpin oleh Pastor Moderator (Pater Lucius Tumanggor, SVD) serta didampingi oleh Pater Thomas Sudarmoko, SVD (pastor paroki), misa pembukaan tersebut berlangsung hikmat dan dimeriahkan pula oleh kelompok koor dari para peserta missioner Stasi St. Petrus Bea Nehas.

Beragam persiapan yang dilaksanakan sejak awal tahun 2013 berbuah sukses dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat di Desa Bea Nehas, baik dari Pemerintah Desa, Lembaga Adat, Satuan Pendidikan serta masyarakat desa, seluruh warga Desa Bea Nehas bahu membahu melakukan persiapan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pecan anak missioner.

Agar dapat menampung membludaknya peserta yang hadir, panitia membangun tenda tambahan dihalaman gereja, juga memaksimalkan seluruh ruang kelas di SDN 006 Bea Nehas sebagai tempat menginap peserta serta menyediakan sebuah dapur umum sementara sekaligus sebagai tempat bagi kelompok PKK desa serta ibu-ibu untuk menyiapkan konsumsi peserta selama 3 hari pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dalam homilinya, Pater Lucius Tumanggor, SVD, menyerukan kepada seluruh peserta pekan anak missioner untuk bersatu dan rajin untuk membangun benih iman dan kebenaran.

Anak missioner adalah pionir dan penerus perjalanan misi iman Katholik dalam wilayah ini, sehingga dengan kegiatan tersebut diharapkan juga dapat menyebarkan benih Kasih dalam kehidupan keseharian mereka.

Pasca Misa Pembukaan, dilanjutkan dengan makan malam bersama dan diikuti dengan perlombaan paduan suara. 

Padatnya jadwal kegiatan anak missioner serta hujan yang mengguyur sejak sore hari ternyata tidak menyurutkan langkah dan semangat anak-anak dari 10 stasi yang hadir untuk menunjukan kemampuan terbaiknya dalam lomba tersebut.

Kelompok-kelompok paduan suara anak-anak missioner tersebut ternyata sekali lagi menunjukan besarnya potensi yang luar biasa yang dimiliki oleh anak-anak tersebut. Beberapa perwakilan stasi bahkan sudah sangat piawai dalam berbagi suara dalam paduan suara tersebut.

Sebuah bakat-bakat baru telah lahir. Anthemus, salah satu pendamping anak missioner dari Stasi Reinha Rosari SP-3 Wahau yang juga menjadi dirigen utama bagi kelompok Koor Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing mengungkapkan bahwa kedepan bakat-bakat yang telah ada ini harus semakin sering diasah, agar bibit-bibit baru tersebut dapat menjadi kader-kader terbaik dalam proses regenaris untuk meneruskan senior-senior mereka.

Lomba paduan suara baru berakhir pada pukul 22.30 wita dan seluruh peserta beristrirahat pada tempat yang telah disediakan oleh panitia bertempat di SDN 006 Bea Nehas bersama para pendamping remaja dan orang tua.

Pada hari berikutnya (5/1/13), kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan cerdas cermat, yang bertujuan untuk menguji sekaligus mengasah dan menanamkan kemampuan bagi anak-anak missioner tentang Kitab Suci serta nilai-nila Katholik.

Beberapa permainan untuk membangun karakter bagi anak-anak missioner yang dikemas dalam bentuk perlombaan juga dilaksanakan, dimana nilai positif yang ditanamkan dalam kegiatan tersebut adalah membangun nilai kebersamaan serta sportifitas dan saling menghargai satu dengan yang lainnya.

Sebuah nilai lainnya yang coba ditanamkan pada anak-anak tersebut adalah agar anak-anak missioner tidak hanya mengejar nilai-nilai kemenangan, tetapi bagaimana menghargai peserta lainnya yang belum berhasil.

Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan lomba baca Kitab Suci, dimana sebanyak 10 stasi masing-masing mengirimkan perwakilan terbaiknya pada bagian putra dan putri, dan semua peserta berusaha semaksimal mungkin untuk menunjukan kemampuannya dalam membaca Kitab Suci.

Kegiatan anak-anak missioner pada hari kedua akhirnya ditutup pada pukul 10.30 wita. Sesaat setelah peserta beristirahat, para pendamping anak-anak missioner kemudian melakukan pertemuan bersama dengan panitia pelaksana yang dipimpin langsung oleh Pater Thomas Sudarmoko, SVD.

Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan sedikit evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan, serta rencana kegiatan penutupan, dan dalam pertemuan tersebut akhirnya dicapai solusi terhadap beberapa persoalan yang dihadapi oleh panitia pelaksana.

Keesokan harinya (6/1/13), dilaksanakan Misa Penutupan yang dimpimpin langsung oleh Pater Thomas Sudarmoko, SVD, yang sekaligus menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut, baik dari pemerintah desa, lembaga adat, kelompok ibu-ibu yang sangat luar biasa dalam menyiapkan konsumsi dan juga kepada seluruh warga Desa Bea Nehas serta pihak ketiga lainnya yang telah turut berpartisipasi.

Dalam seruannya, Pater Thomas, SVD, juga berpesan kepada anak-anak missioner agar tetap tekun dalam doa serta selalu membangun kebersamaan dalam setiap kesempatan.

Sementara itu, dalam sambutan, Ketua Panitia Pelaksana, Bapak Fransiskus Mu’is juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada seluruh peserta dan semua elemen yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut, serta sekaligus melaporkan sumber-sumber pendanaan yang diterima oleh panitia pelaksana.

Kegiatan penutupan yang dinanti-nantikan oleh seluruh peserta pun tiba. Semua peserta dengan setia menantikan pengumuman yang disampaikan oleh panitia pelaksana.

Sorak-sorai langsung terdengar dari para peserta ketika pengumuman pemenang lomba disampaikan, dan akhirnya Stasi St. Petrus Bea Nehas kali ini berhasil mempertahankan juara umum seperti yang telah diraih pada 2 tahun sebelumnya.

Kebahagian terpancar dari wajah-wajah seluruh peserta, sebuah kebagiaan lain terbersit dari wajah-wajah polos mereka. Sebuah kegiatan anak missioner kali ini telah menyatukan mereka dalam sebuah kebahagiaan bersama, dan sesuai dengan tema: Anak dan Remaja Misioner Bertumbuh dalam Iman dan Kebenaran akhirnya benar-benar menjadi nyata.

Pekan anak missioner yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut selesai, sebuah kebahagiaan lainnya juga tampak dirasakan oleh masyarakat Bea Nehas selaku tuan rumah. Pelaksanaan kegiatan tersebut telah memberikan tantangan bersama bagi mereka, sehingga dengan dukungan seluruh masyarakat akhirnya seluruh kegiatan berjalan lancar dan cukup sukses.

Akhirnya, sesuai dengan penunjukan oleh Pastor Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing, ditetapkan Stasi Fransiskus Assisi SP-5 Wahau untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan pekan anak missioner tahun 2014.
Sayonara……..sampai bertemu pada pekan anak missioner tahun 2014 di Stasi St. Fransiskus Assisi, semoga rasa persaudaraan yang telah terbina dapat terus dipupuk dalam mewujudkan dan menumbuhkan nilai-nila Kristiani dalam setiap langkah hidup kita……………

Meriahnya Natal di Nehas Liah Bing_Wehea_East Borneo







Ribuan Umat Hadiri Perayaan Misa Malam Natal 
di Nehas Liah Bing

Nehas Liah Bing, 25/12/12

Kekhawatiran akan kondisi cuaca yang kurang bersahabat ternyata tidak terjadi. Keberadaan bangunan gereja baru yang telah diresmikan dan mulai digunakan pada tanggal 6 Desember 2012, seolah memanggil seluruh umat untuk datang bersatu dalam sukacita merayakan hari raya Natal, sebagai perlambang datangnya Sang Juru Selamat ke dunia.

Pater Thomas Sudarmoko, SVD, memimpin Misa Malam Natal 2012
Natal, bagi umat Katolik di seluruh dunia menjadi hari yang sangat dinantikan, menanti hadirnya Sang Mesias, Juru Selamat Manusia yang datang ke dunia, demi dosa-dosa manusia.

Demikian pula halnya arti Natal bagi seluruh umat Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing, Wehea, Kalimantan Timur.

Cuaca yang awalnya kurang bersahabat, tidak menyurutkan langkah kaki dari seluruh umat yang tersebar di berbagai stasi untuk datang dan bersukacita bersama dengan seluruh umat se-paroki merayakan Natal dan berbagi kasih dengan sesama.

Gereja baru yang luas dan representative ternyata tetap tidak mampu menampung animo umat yang datang dari berbagai penjuru. Ribuan umat memadati gereja, termasuk 2 tenda yang telah dipersiapkan oleh panitia perayaan Natal, dan bahkan meluber hingga ke halaman gereja termasuk pada bagian samping kiri dan kanan gereja.

Kehadiran bangunan gereja yang baru, selain menjadi berkah Natal, juga telah melahirkan sebuah semangat bagi seluruh umat. Tidak tertampungnya umat dalam gereja juga tidak menyurutkan khusuknya perayaan Misa Malam Natal tersebut.

Turut memeriahkan perayaan Malam Natal, sebuah paduan suara nan indah dipersembahkan oleh anggota koor dari Stasi Santa Theresia Desa Diaq Leway. Kehadiran paduan suara tersebut semakin menyemarakan kegembiraan dan sukacita umat dalam merayakan dan berbagi Kasih pada Malam Natal tersebut. 

Bapak Stef selaku pendamping paduan suara tersebut juga menyatakan rasa bangganya yang luar biasa. Tak disangka, Stasi Santa Theresia berani mengembang tanggung jawab untuk membawakan Pujian bagi Tuhan pada perayaan Malam Natal tersebut, termasuk petugas Mazmur.

Pater Lucius Tumanggor, SVD dalam Misa malam Natal 2012
Natal yang bagi umat Katolik merupakan perayaan akan datangnya Sang Juruselamat Manusia, telah membawa sebuah sukacita bagi seluruh umat, dan sesuai dengan Tema Natal 2012, “Allah Telah Mengasihi Kita” seakan member sebuah spririt baru bagi seluruh umat, bahwa karena kecintaanNya pada umat manusia, Allah rela turun ke dunia melalui putraNya yang kita peringati dalam setiap Hari Raya Natal.


Selamat Natal, semoga Kasih-Nya selalu menyertai seluruh umat manusia.