terletak di pedalamanan kalimantan timur, selalu setia untuk membawa kabar gembira serta pesan kasih dan perdamaian bagi dunia
Minggu, 19 Januari 2014
flores_borneo: Biara Susteran SSpS Nehas Liah Bing, Wehea, Kutai ...
flores_borneo: Biara Susteran SSpS Nehas Liah Bing, Wehea, Kutai ...: Biara Sanctissima Trinitas Pusat Kongregasi SSpS di Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing Kecamatan Muara Wehea, Kabupaten K...
flores_borneo: Susteran SSpS Nehas Liah Bing, Kutai Timur, Kaltim...
flores_borneo: Susteran SSpS Nehas Liah Bing, Kutai Timur, Kaltim...: Suster-Suster SSpS Siap Kembangkan PG/TK di Nehas Liah Bing Pendidikan: Karya Suster SSpS berikutnya di Nehas Liah Bing Nehas Liah Bi...
Tiga Rumah Terbakar di Nehas Liah Bing
Kamis, 5 Desember 2013
23:17 WIB
SANGATTA,
tribunkaltim.co.id- Kebakaran kembali terjadi di Desa Nehas Liah Bing,
Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kamis (5/12/2013) dinihari. Tiga
rumah terbakar dalam musibah tersebut.
Salah seorang warga Nehas,
Chris Djoka, mengatakan kebakaran tersebut menghanguskan 3 rumah, yaitu milik
Nenek Wong, Nenek Ping (Ibunda Yen Yau Ping) dan rumah Pak Yen Yau Ping.
Faktor penyebab kebakaran
diperkirakan karena adanya arus pendek listrik. Kebakaran baru diketahui warga
sekitar pada pukul 04.00 dinihari. Untuk sumber api, beberapa warga mengatakan
berasal dari rumah Yen Yau Ping.
"Api juga
menghanguskan satu unit instalasi air isi ulang dan satu unit kendaraan R4
(ranger) milik Yen Yau Ping, serta dinding rumah sebelah kanan rumah Kejuk
Dek," kata Chris.
Setelah api padam, para
korban untuk sementara menempati rumah-rumah penduduk disekitarnya. "Saat
terjadi kebakaran, Yen Yau Ping sedang berada di Samarinda. Sedangkan istrinya,
Ria,, menginap di Desa Marga Mulya," katanya.
Hingga saat ini belum
diketahui berapa kerugian material akibat kebakaran tersebut. Kebakaran ini
merupakan peristiwa kedua pada tahun ini. Sebelumnya medio Februari 2013 lalu
kebakaran besar menghanguskan empat rumah dan satu eweang (rumah adat Wehea).
Api berhasil dipadamkan
oleh warga desa yang dibantu satu unit mobil PMK milik Pemerintah Kecamatan
Muara Wahau. Beberapa warga berharap, dengan musibah ini perlu segera
dipikirkan untuk mengadakan mesin pemadam kebakaran, sehingga memudahkan untuk
melakukan tindakan segera bila terjadi bencana serupa. (*)
Sumber: tribunnews.com
Rencana Disain Taman Gereja St. Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing
Keberadaan gereja St. Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing dimasa depan diharapkan dapat menjadi salah satu ikon wilayah tersebut sebagai perlambang kehidupan dan toleransi dari masyarakat yang beragam di wilayah Kecamatan Muara Wehea dan Kung Beang, demikian seperti diungkapkan oleh seorang tokoh umat di Nehas Liah Bing.
Dalam perjalanan pasca peresmiannya, telah dilakukan penanaman berbagai jenis pohon, mulai dari tanaman buah, tanaman kayu Kalimantan seperti Meranti, Kapur dan Ulin yang dimasa depan diperkirakan akan menjadi kayu langka selain rencana pembuatan taman yang asri disekitar kompleks gereja.
Sementara itu, sebagai pelengkap, khususnya di depan gereja, telah direncanakan sebuah taman yang juga dilengkapi dengan sebuah menara yang akan ditempatkan Patung Bunda Maria sebagai pelindung gereja dengan rencana disain yang dibantu oleh Bapak Soegeng, salah satu karyawan perusahaan yang merupakan penganut Islam.
| disain taman (gambar oleh: bapak Sugeng-BEP) |
Rencana pembangunan taman tersebut akan dilakukan secara bergotong-royong dan tentunya juga akan melibatkan beberapa orang tukang ahli.
Kaitannyau dengan rencana tersebut, Pater Lucius Tumanggor, SVD, berharap bahwa pada tahun 2014 ini telah dapat diselesaikan, sehingga kehadirannya dapat mempercantik kompleks gereja tersebut sekaligus dapat menjadi icon dari Gereja Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wehea, Kabupaten Kutai Timur.
Bagi rekan-rekan umat, terutama yang ingin ikut terlibat membantu atau mempersembahkan donasi untuk merealisasikan rencana tersebut, dapat langsung menghubungi Pastor Paroki atau pihak dewan paroki......
Pekan Anak Misioner di Desa Suka Maju, Kecamatan Kung Beang, Kutai Timur
417
anak ikuti Hari Anak Misioner di Desa Suka Maju
Nehas
Liah Bing (5/1/14)
Sejak
hari Kamis (2/1/14), ratusan anak dari 9 stasi dalam Paroki St. Maria Ratu
Damai Nehas Liah Bing, berkumpul dalam suasana gembira untuk mengikuti Hari
Anak Misioner yang berlangsung di Desa Suka Maju, Kecamatan Kung Beang,
Kabupaten Kutai Timur, Kaltim.
Pekan
Anak Misioner Tahun 2014 dibuka secara
melalui Misa Kudus yang dipimpin langsung oleh pastor paroki, Pater
Lucius Tumanggor, SVD di Gereja St. Fransiskus Assisi, Desa Suka Maju.
Pater
Lucius Tumanggor, SVD, mengungkapkan bahwa Pekan Misioner tsb akan berlangsung
selama 4 hari tersebut dipusatkan di gereja stasi St. Fransiskus Assisi, SP-5
Wahau, Desa Suka Maju, Kung Beang.
Mengusung
tema "Membawa Yesus kedalam Media Sosial" memberikan pesan tersendiri
bagi anak-anak sebagai calon kaum muda Katolik untuk bergiat dan berbagi pesan
iman dalam ragam media sosial yang marak dewasa ini.
Mengapa
tema tsb disasarkan kepada anak-anak? Pater Lucius Tumanggor, SVD, selaku
pastor paroki mengungkapkan bahwa saat media sosial seolah menjadi habitus baru
yang terjadi saat ini, tentu anak-anak juga menjadi sasaran empuk akan
terjangan media sosial ini.
Selain
itu, kami melihat bahwa teknologi saat ini seolah menjadi barang biasa bagi
semua kalangan termasuk anak-anak, oleh karena itu, anak-anak perlu untuk
diarahkan agar memahami bagaimana menggunakan teknologi serta media sosial
secara positif tanpa mengorbankan masa anak-anak mereka, lanjut Pater Lucius.
Kegiatan
yang berlangsung selama 4 hari tsb diisi dengan berbagai kegiatan, al: lomba
baca kitab suci, koor, quis, dll.
Selama
kegiatan berlangsung didampingi oleh Suster Ines, SsPS dari Biara Sanctissima
Trinitas Nehas Liah Bing selaku pembina, juga dibantu oleh Pater Adi Manek
(selaku Pastor Rekan di paroki St. Maria RD), dan Frater Arki yg sedang
menjalani masa TOP di Paroki St. Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing.
Pelaksanaan
kegiatan Pekan Misioner tahun 2014 tersebut selain bertujuan untuk membangun
dan memupuk semangat misioner bagi anak-anak yg tersebar di berbagai stasi, jg
bertujuan untuk membangun semangat persaudaraan bagi anak2.
Sementara
itu, dalam acara penutupan dilaksanakan malam kesenian yang selain sumbangan
paduan suara anak-anak, juga ditampilkan tarian tradisional dari anak-anak yang
datang dari berbagai stasi serta ragam suku.
Kabar PG/TK St. Arnoldus Jansen
Perwakilan Orang Tua Siswa
Lakukan Gotong Royong Penambahan Ruang Belajar
Nehas Liah Bing (19/1/14)
Dipimpin oleh Bapak Heang
Tung, beberapa orang tua dari anak-anak PG/TK Santo Arnoldus Jansen di Nehas
Liah Bing melaksanakan kegiatan gotong-royong untuk penambahan ruang belajar
bagi anak-anak.
Sehabis makan siang, beberapa
orang tua siswa mulai melaksanakan kegiatan gorong-royong yang didampingi
langsung oleh Suster Hermine, SSpS selaku kepada Biara Sanctissima Trinitas
Nehas Liah Bing serta salah satu pengajar, Suster Innes, SSpS.
Sebelumnya, PG/TK St.
Arnoldus Jansen Nehas Liah Bing yang menggunakan sementara fasilitas bangunan
gereja lama hanya memiliki 2 ruang kelas untuk kelas A dan B serta 1 kelas
untuk kelompok bermain dan satu ruangan lainnya digunakan sebagai kantor.
Suster Hermine, SSpS yang
saat ini juga menjadi pengajar Agama Katolik pada beberapa sekolah di Kecamatan
Kung Beang mengungkapkan bahwa penambahan 2 ruang ruang tersebut akan
difokuskan bagi kelompok bermain (PG) dimana 1 ruangan diperuntukan bagi kelas
belajar dan 1 ruang sebagai ruang bermain.
Ditambahkan Suster
Hermine, SSpS, bahwa sesuai dengan rencana tindak lanjut pasca PG/TK,
kongregasi Suster SSpS di Nehas Liah Bing juga telah merencanakan untuk memulai
karya pendidikan pada tingkat dasar, yaitu pengembangan Sekolah Dasar St.
Arnoldus Jansen untuk menampung lulusan dari TK yang ada saat ini dan pada
tahap awal, kami sepakat untuk menggunakan gedung sementara saat ini (gedung
TK-gereja lama) dan akan masuk siang mulai pukul 11.00 wita dan orang tua siswa
yang rencananya akan memasukan anak-anaknya ke sekolah tersebut juga telah
sepakat.
Dimasa depan, rencananya
akan dibangun sekolah di kompleks susteran SSpS Nehas Liah Bing, yaitu di RT-11
yang lokasinya berdekatan dengan Gereja Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing
serta jalan poros Wehea yang menghubungkan beberapa desa di Sungai Wehea dan
Telen.
Untuk mewujudnyatakan
rencana tersebut, Suster Hermine, SSpS selaku kepala biara dan juga
penanggungjawab rencana tersebut mengungkapkan bahwa pada saat ini memang masih
dalam rencana karena keterbatasan dana yang mereka miliki, tetapi kami akan
tetap berupaya selangkah demi selangkah dalam melaksanakan pengembangan karya
pendidikan di wilayah ini sekaligus untuk menjawab minimnya pendidikan
berkualitas di wilayah ini sambil berharap kiranya ada pihak lain yang ingin
terlibat untuk menjadi donatur dalam mewujudkan rencana tersebut.
Note:
Bagi para pihak yang ingin terlibat dan berperan atau ingin menjadi donatur dari rencana tersebut dapat mengirimkan informasi melalui email atau dapat mengunjungi blog kami dibawah ini.
email: biara.susteranssps@gmail.com
Sabtu, 21 Desember 2013
Provinsial SVD Jawa Kunjungi Paroki Santa Maria Ratu Damai
Nehas Liah Bing (21/12/13)
Sesuai dengan rencana, akhirnya Pater Kadek, SVD selaku Provinsial SVD Jawa didampingi Pater Ngurah, SVD tiba di Nehas Liah Bing, sekira pukul 01.00 dinihari.
Kedatangan Pastor Provinsial SVD Jawa tersebut bersama dengan Pater Lucius Tumanggor, SVD, selaku Pastor Paroki bersama Bapak Siang Geah, Dewan ParokiSanta Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing yang menjemput langsung di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kedatangan Pater Kadek, SVD tersebut dalam rangka kunjungan ke paroki SVD di Nehas Liah Bing sekaligus merayakan Hari Raya Natal bersama umat di wilayah Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wehea, Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Perjalanan jauh dan sangat melelahkan tersebut tidak menyurutkan semangat Pater Kadek, SVD, juga Pater Ngurah, SVD, imam baru yang rencananya akan bertugas di Brazil, Amerika Selatan.
Pada tanggal 21 Desember 2013, setelah cukup beristirahat, Pastor Provinsial dan Pater Ngurah, SVD, didampingi oleh Pater Lucius, SVD serta Bapak Mat Eng, salah satu tokoh umat di Desa Diaq Leway melakukan kunjungan ke seluruh desa Wehea, diantaranya di Desa Diaq Leway, Long Wehea, Dea Beq, Diak Lay dan Bea Nehas.
Kunjungan Provinsial tersebut layaknya sebuah oase bagi para tokoh serta umat Katolik, khususnya dalam Komunitas Suku Dayak Wehea, bahwa dengan kunjungan tersebut, seoralah menjadi sentuhan kasih bagi umat yang tersebar di 6 kampung tersebut.......
(bersambung)..............
Langganan:
Postingan (Atom)