Jumat, 09 Januari 2015

Ribuan Umat Hadiri Misa Malam Natal 2014

Meriah, Malam Natal di Paroki St. Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing

Kabar Paroki (08/01/15)


Tepat pukul 19.30, Misa Malam Natal di Gereja St. Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wehea, Kutai Timur, Kaltim dimulai. Misa Malam Natal tersebut dipimpin langsung oleh Pater Adipati Manek, SVD, Plt. Pastor Paroki St. Maria Ratu Damai.

Selamat Natal 2014
Sebelumnya direncanakan perayaan Misa Malam Natal diikuti oleh 2 orang pastor lainnya yang sedang melakukan assistensi selama Hari Raya Natal 2014 tetapi dibatalkan dan kedua pastor tersebut, yaitu Pater Adrian Moat, SVD dan Pater Romy Clemensius Radja, SVD, melaksanakan turney ke stasi-stasi terjauh untuk melaksanakan Misa Malam Natal diantaranya di Stasi Long Segar dan Stasi Long Melah. 
Suasana Misa Malam Natal 2014

Ribuan umat hadiri Perayaan Malam Natal

para anggota koor dari kelompok ibu-ibu
Beragam persiapan yang telah dilaksanakan oleh Panitia Natal 2014 akhirnya mencapai puncaknya jelang perayaan Misa Malam Natal di Gereja St. Maria Ratu Damai. Sejak sore hari, umat mulai berdatangan dari berbagai stasi termasuk stasi yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Kutai Timur dan Berau.
tarian perarakan dari anak-anak dayak wehea
Jelang dimulainya perayaan, Gereja paroki yang berkapasitas 2000-an orang telah penuh sesak termasuk diatas balkon, sedangkan pada bagian halaman gereja walaupun telah disediakan tenda berukuran besar ternyata tetap tidak dapat menampung jumlah umat.
persembahan kanak-kanak Yesus
Maximilianus Adifan, Ketua Panitia Natal 2014 mengungkapkan bahwa Natal kali ini sungguh berbeda dengan perayaan Natal tahun sebelumnya, panitia sampai kewalahan mengatur jumlah umat yang meluber baik pada halaman depan gereja hingga ke areal parkir pada bagian kiri dan kanan gereja. Kita tidak menyangka bahwa umat yang hadir akan sebanyak ini, tambah Maxi.
suasana Misa Malam Natal
Jika pada perayaan Misa Malam Natal tahun 2013 lalu jumlah umat yang hadir diperkirakan mencapai 5000-an orang, tahun ini bahkan lebih dari itu. 
Umat tetap antusias walau tidak mendapatkan tempat duduk
Mungkin sekitar 7000-an umat yang datang dari berbagai stasi terdekat juga dari berbagai perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di Kecamatan Muara Wehea, Kung Beang, Telen hingga dari Kecamatan Kelay di Kabupaten Berau. Benar-benar luar biasa antusiasme umat untuk menghadiri Perayaan Natal kali ini.

Misa Malam Natal Berlangsung Aman
suasana Misa Malam Natal 2014
Kehadiran ribuan umat yang memenuhi gereja paroki pada Misa Malam Natal 2014 ini tidak mengurangi kekhusukan ibadah. Pater Adpati Manek, SVD, dalam homilinya mengajak seluruh umat untuk benar-benar menghayati Pesan Natal kali ini "Berjumpa dengan Allah dalam keluarga" dan untuk itu kepada seluruh umat diharapkan untuk melahirkan benih-benih cinta kasih dalam keluarga sekaligus menjadi pewarta bagi keluarga dan masyarakat.

Berjumpa dengan Allah dalam keluarga
Seperti pada berbagai tempat lainnya di Indonesia, perayaan Misa Malam Natal 2014 di Paroki St. Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing berlangsung aman dan lancar. Tidak ada gangguan apapun yang terjadi. Untuk memastikan bahwa ibadah Natal 2014 berlangsung aman, Kapolsek Muara Wehea, Bapak Sutopo, bahkan turun langsung bersama anggota polsek setempat, demikian ujar Djohanes Joko Pramono, Sekretaris Panitia Natal 2014. 
para anggota koor
Selain itu, juga terlihat beberapa anggota dari Koramil Muara Wehea yang juga terlibat bersama untuk memastikan bahwa semua kegiatan ibadah berlangsung aman dan lancar, untuk itu Plt. Pastor Paroki bersama seluruh panitia Natal 2014 mengucapkan terima kasih yang tulus kepada segenap anggota keamanan yang telah turut terlibat untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
suasana saat Komuni dalam Misa Malam Natal 2014
Pasca perayaan Misa Malam Natal 2014, Pater Adipati Manek, SVD, menuturkan bahwa kehadiran ribuan umat yang memadati gereja serta tempat-tempat yang telah disediakan oleh panitia diluar gereja selain menunjukan antusiasme umat juga merupakan sebuah bentuk kerinduan umat untuk terlibat langsung secara rohani untuk menyambut datangnya Yesus Kristus Sang Juruselamat Dunia.
para anggota koor malam Natal 2014
Setelah berkat pengutusan, Pater Adipati Manek, SVD, atas nama Gereja Katolik St. Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing menyampaikan Selama Natal 2014, semoga kedatangan Sang Juruselamat membawa terang dalam hati kita semua.... (cwd).

Minggu, 07 Desember 2014

Meriah. Peringatan 125 Tahun Karya Suster SSpS

Kabar paroki
Wehea (07/12/14)


Vivat Deus Unus Et Trinus In Cordibus Nostri - Hiduplah Allah Tritunggal Dalam Hati Semua Manusia. Demikianlah tema yang diusung oleh para Suster SSpS dalam Peringatan 125 Tahun Karya SSpS diseluruh dunia.

Sebuah tarian perutusan... Pergilah ke seluruh dunia... wartakanlah Injil
Sebuah kelompok penari anak-anak dari Nehas Liah Bing
Misa perayaan peringatan 125 tahun Karya SSSpS tersebut dilaksanakan diberbagai belahan dunia dimana para Suster SSpS berkarya. Demikianlah yang muncul dalam sebuah dinamika pada awal perayaan Misa Peringatan yang bersamaan dengan perayaan Misa Adven II di Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing.

Doa penyerahan oleh Para Suster SSpS di Gereja Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing
Meriah. Itulah yang tanpak dalam keseluruhan perayaan tersebut. Sebelum Misa dimulai, diawali oleh presentasi serta pemutaran film tentang Karya SSpS diseluruh dunia serta karya Suster SSpS Provinsi Kalimantan.


Koor dari Stasi St. Martinus dengan Dirigen Bapak Antemus
Dengan penuh semangat, salah satu Suster SSpS mempresentasikan segala karya yang mereka lakukan di wilayah Kalimantan, serta dalam lingkup wilayah ketiga komunitas yang hadir diantaranya di Nehas Liah Bing, Tenggarong dan Mensalong.

Biarlah Anak-Anak Datang Kepada-Ku
Sebuah Inkulturasi dalam Tarian Persembahan di Gereja Santa Maria Ratu Damai
Dalam perayaan tersebut, juga sangat tampak proses inkulturasi antar budaya yang ditunjukan dalam tarian pembuka dalam perarakan menuju Altar Kudus.

Misa peringatan tersebut juga dimeriahkan oleh Koor dari Stasi St. Martinus, Desa Karya Bhakti dengan dirigen Bapak Anthemus.
Semangat perutusan terus digaungkan. Proficiat atas Karya ke-125 tahun para Suster SSpS
Rasa sukacita mendalam juga terlihat dari rona wajah para suster SSpS dari 3 komunitas yang hadir walau terlihat pula wajah lelah akibatnya padatnya jadwal mereka sepekan terakhir tidak mengurangi semangat mereka hingga tiba saatnya untuk menyanyikan Mars SSpS secara meriah pula.

Para Suster SSpS foto bersama Pastor Adi Manek dan DPP serta Anak-Anak
Pater Adi Manek, SVD, dalam khotbahnya juga menyinggung peran para Suster SSpS di seluruh dunia, dan khususnya dalam wilayah provinsi Kalimantan sembari berharap agar karya para Suster SSpS akan semakin berkembang dimasa depan, termasuk dalam wilayah Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing.

Pasca Misa Kudus, kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tama antara para Suster bersama umat yang dipusatkan di Biara Sanctissima Trinitas Nehas Liah Bing yang letaknya berdekatan dengan Kompleks Gereja Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing.

Semoga semangat para Suster SSpS terus berkobar dan makin berkembang dalam setiap wilayah misi mereka dan khususnya di wilayah Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing.... 

Akhirnya... Proficiat bagi para Suster SSpS yang ke-125 tahun... Semoga Tuhan memberkati.... (cwd).

Pohon Gaharu untuk 125 Tahun Karya SSpS di Seluruh Dunia

Kabar Paroki
Wehea (07/12/14)


Terik siang itu tidak menghalangi langkah para Suster SSpS dari 3 komunitas berbeda di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara menerabas semak belukar menuju area ladang Kongregasi Suster-Suster SSpS di Nehas Liah Bing yang letaknya sekitar 3 km dari Biara Sanctissima Trinitas Nehas Liah Bing.

Suster Caroline, SSpS
Sebanyak 13 orang rombongan para suster tersebut didampingi oleh beberapa orang umat Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing kali ini menggamit sebuah tujuan mulia, melakukan penghijauan dengan penanaman pohon gaharu diladang para suster yang dalam rangka menyambut 125 tahun karya para Suster SSpS di seluruh dunia.

Suster Hermine Beding, SSpS yang kebetulan senior dari para Suster di Biara Sanctissima Trinitas Nehas Liah Bing mengungkapkan bahwa pada peringatan 125 Tahun Karya SSpS di seluruh dunia dilaksanakan diberbagai tempat di belahan dunia yang meliputi 5 benua dan khusus untuk Komunitas SSpS Tenggarong, Nehas Liah Bing (Kalimantan Timur) dan Monsalong (Kalimantan Utara) dipusatkan di Nehas Liah Bing.
Suster Louis, SSpS
Sebelum dilakukan penanaman pohon gaharu, terlebih dahulu dilakukan doa dan pemberkatan bibit oleh Pater Adi Manek, SVD yang selanjutnya ditanam oleh para suster serta dibantu oleh umat serta Bapak Dionensius, seorang warga Nehas Liah Bing yang juga merupakan seorang petani yang berhasil mengembangkan gaharu dengan metode suntik. 
Suster Inez, SSpS
Sementara itu, Suster Inez, SSpS pada kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa dalam peringatan 125 Tahun SSpS tersebut selain melakukan penanaman pohon juga akan dilakukan kunjungan ke beberapa stasi oleh para suster dan puncaknya adalah perayaan Misa peringatan 125 tahun Karya SSpS yang bersamaan dengan Minggu Adven II.
foto bersama pasca tanam gaharu
Satu hal yang menarik dari kegiatan tersebut adalah bahwa ditengah padatnya jadwal para suster dalam karya pastoralnya di paroki asal mereka, mereka tetap menunjukan semangat serta penuh sukacita.

menanam gaharu oleh suster ssps
Dalam kegiatan tersebut, turtu pula hadir Suster Louis, SSpS yang sudah terlihat sepuh tetapi sangat energik dan hal tersebut mengingatkan kembali proses awal dimulainya Karya para Suster SSpS di wilayah Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing, dimana pada saat itu dengan jumlah yang terbatas, para suster termasuk Suster Louis, SSpS menunjukan spirit yang luar biasa dalam setiap pelayanan mereka, dan disela kesibukan mereka, pada saat itu, Suster Louis dan Suster Hermine, SSpS didampingi oleh seorang aktivis dari The Nature Conservancy serta 2 orang umat dari Nehas Liah Bing, yaitu Bapak Sam Wung dan Lejie Ding melakukan penanaman pohon karet pada lahan seluas hampir 2 hektar tersebut.
Akhirnya, semoga karya para Suster SSpS terus berkembang di seluruh dunia termasuk di wilayah Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing dan semoga Tuhan selalu memberkati mereka sehingga kelak spiritnya terus terpatri dan menumbuhkan benih-benih baru dalam melanjutkan karya misi di seluruh dunia. 

Proficiat bagi para Suster SSpS....... (cwd).

Jumat, 28 November 2014

Rencana Perayaan 125 Tahun Karya Para Suster SSpS

Kabar Paroki (29/11/14)


Sesuai dengan rencana, para Suster SSpS di Biara Sanctissima Trinitas Nehas Liah Bing akan merayakan Pesta 125 Tahun hadirnya karya mereka di dunia dan untuk itu akan dilaksanakan Ekaristi Kudus bersamaan dengan Misa pada Minggu Adven-II pada 7/11/14 mendatang.

Suster Inez, SSpS, dipastoran Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing menuturkan bahwa pada peringatan karya para Suster SSpS yang ke-125 tahun akan dilaksanakan Ekaristi Kudus yang berbarengan dengan Misa Minggu Adven-II di Gereja Paroki. Sesuai dengan rencana, bahwa dalam perayaan kali ini akan hadir Provinsial SSpS Kalimantan yang berpusat di Palangkaraya, yaitu Suster Ermelinda, SSpS, bersama beberapa Suster SSpS lainnya.

Pada awal Desember 2014 direncanakan para Suster SSpS dari Palangkaraya akan tiba di Biara Sanctissima Trinitas Nehas Liah Bing dan diharapkan agar umat paroki juga dapat secara bersama mendukung perayaan 125 Tahun karya SSpS tersebut.

Dari agenda yang disampaikan, bahwa untuk peringatan 125 Tahun karya SSpS tersebut juga akan dilaksanakan temu umat dan para Suster SSpS serta pemutaran Film 125 Tahun Karya SSpS diseluruh dunia.

Semoga perayaan 125 Tahun Karya SSpS tersebut memberikan spirit baru bagi seluruh Suster SSpS di seluruh dunia untuk terus berkarya sesuai dengan visi dan misi-nya serta memberikan manfaat bagi dunia. Semoga.... (adm).

Penerimaan Sakramen Pernikahan di Paroki Santa Maria Ratu Damai

Kabar Paroki (29/11/14)


Bertempat di Gereja Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wehea, Kutai Timur, Kaltim, akan dilaksanakan prosesi pernikahan secara massal kepada 46 pasangan yang akan menikah dan akan dipimpin oleh Pastor Rekan, Pater Adipati Manek, SVD.

Menurut Pastor Adi, SVD, bahwa proses penerimaan Sakramen Pernikahan tersebut merupakan akhir dari seluruh proses pernikahan massal yang telah dilaksanakan sebelumnya pada tahun 2014 ini, karena pada Minggu (30/11/14) kita telah memasuki masa Adventus (Adven-I), dan untuk proses penerimaan Sakramen Pernikahan akan kembali dilaksanakan pada tahun 2015 yang akan datang.

Sesuai dengan kebijakan oleh Pastor Paroki, diharapkan pada tahun 2014 ini proses pernikahan massal telah dapat diselesaikan dan untuk diketahui bahwa Paroki Santa Maria Ratu Damai memiliki lingkup pelayanan pastoral yang cukup luas dan meliputi empat kecamatan, diantaranya Kecamatan Muara Wehea (bukan Muara Wahau), Kecamatan Kung Beang (bukan Kong Beng), Kecamatan Telen dan Kecamatan Batu Ampar yang tersebar pada 23 stasi dan 6 lingkungan.

Tantangan terberat di paroki ini bukan pada pelayanan pastoralnya, tetapi pada cakupan wilayah yang sangat luas disamping jarak dengan stasi terjauh mencapai 125 km, tutur Pater Lucius Tumanggor, SVD. Beruntung, bahwa dengan semakin membaiknya asksesibilitas jalan pada saat ini cukup membantu kelancaran proses pelayanan pastoral termasuk adanya beberapa jalur alternatif yang memperpendek jarak antar wilayah/stasi.

Selain itu, keberadaan Pastor Rekan, yaitu Pater Adipati Manek, SVD, serta para Suster SSpS dari Biara Sanctissima Trinitas Nehas Liah Bing juga sangat membantu dan oleh karena itu kami akan terus meningkatkan pelayanan pastoral yang diharapkan dapat menjangkau semua wilayah termasuk didalamnya seperti pelayanan untuk penerimaan Sakramen Pernikahan secara massal, lanjut Pater Lucius Tumanggor, SVD.

Khusus untuk proses Pernikahan Massal, sesuai dengan kebijakan pastoral paroki, maka semuanya dilaksanakan di Gereja Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing. Hal tersebut juga untuk mensiasati agar dapat maksimal.

Akhirnya, semoga semua pasangan yang akan menikah pada hari ini kelak dapat menjadi keluarga Katolik yang setia dan selalu mewartakan Kasih Tuhan kepada sesamanya, dan dapat menjadi panutan bagi anak-anak yang dititipkan Tuhan kepada mereka..... (adm).

Perkembangan Pembangunan Kantor Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing

Kabar Paroki (29/11/14)


Hingga Sabtu (29/11/14) progress pembangunan Kantor Paroki yang terintegrasi langsung dengan 1 ruangan untuk sekretariat KOMKA Paroki, Lobby, 2 kamar tidur (untuk koster dan assisten rumah tangga pastoran) telah mencapai 65%.

Menurut Chris Djoka, salah satu orang relawan yang membantu mengawasi proses pembangunan tersebut mengungkapkan bahwa target penyelesaian pembangunan Kantor Paroki tersebut kemungkina molor dari jadwal, tetapi akan diupayakan oleh para pekerja agar dapat selesai sebelum Hari Raya Natal 2014 yang akan datang.

Pada tempat yang sama, Djohanes Joko Pramono, seorang relawan lainnya menyampaikan bahwa hingga minggu keempat November segala material yang dibutuhkan masih mencukupi dan kita akan melihat hingga selesainya pemasangan kerangka dack, tetapi semoga material terutama besi cukup untuk pembangunan pada lantai pertama tersebut.

Proses pembangunan Kantor Paroki tersebut merupakan realisasi dari rencana yang telah ditetapkan oleh Dewan Pastoral Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing Tahun 2014 bersama Pastor paroki.

Proses pembangunan tersebut didukung penuh oleh pastor paroki dan pastor rekan seperti yang pernah dituturkan oleh Pater Lucius Tumanggor, SVD, pada medio Oktober lalu, bahwa walaupun agak terlambat, tetapi kita bersama seluruh umat tetap mengupayakan agar segala rencana yang telah dibuat bersama secara bertahap dapat kita capai. Puji Tuhan, karena 2 rencana besar kita dapat kita kerjakan pada tahun 2014 ini, lanjut Pater Lucius Tumanggor, SVD.

Untuk diketahui bahwa sesuai dengan status sebagai paroki mandiri, Pastor Paroki dan Pastor Rekan bersama segenap pengurus DPP serta umat telah menyepakati untuk melaksanakan penggalangan dana dalam rangka mendukung seluruh proses pembangunan di Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing dan hal tersebut mendapatkan dukungan umat dari berbagai stasi dengan melakukan penggalangan dana pada stasinya masing-masing.

Hingga akhir November 2014, beberapa stasi telah melakukan penyerahan dana sumbangan umat untuk proses pembangunan tersebut dan akan menyusul dari stasi-stasi lainnya pada awal Desember mendatang.

Pada kesempatan lain, Kristian Paipinan mengharapkan agar umat dapat mendukung dan mendoakan agar proses pembangunan tersebut berjalan lancar dan tidak lupa pula menyampaikan kepada para team relawan agar melaporkan kembali kepada seluruh umat termasuk semua stasi keseluruhan proses pembangunan tersebut sekaligus juga terkait dengan keuangannya.

Akhirnya, semoga semua proses tersebut dapat berjalan karena beberapa rencana lainnya telah menunggu dihadapan kita, diantaranya terkait dengan rencana pembangunan pagar gereja serta pos keamanan di depan gereja. Semoga Tuhan memberkati.

Minggu, 16 November 2014

Menuju Visi 2020. Mengejar Mimpi Lahirnya Persekolahan Katolik di Paroki St. Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing_Wehea_Kaltim

Pendidikan Berkualitas, Sebuah Harapan atau Mimpi?

Sebuah Catatan Perjuangan Para Pastor dan Suster SSpS di Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing


Kabar Paroki (16/11/14)

Setelah sekian lama, akhirnya TK St. Arnoldus Jansen dapat berdiri di wilayah Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing. Sebuah pengorbanan dan perjuangan tanpa lelah akhirnya terwujud seiring sebuah hasil Keputusan dalam Pleno DPP pada awal Januari 2013 lalu. Pastor Thomas Sudarmoko selaku Pastor Paroki kala itu didampingi oleh Pastor Rekan, Pater Lucius Tumanggor, SVD, akhirnya menyetujui sebuah usulan agar segera ada aksi untuk mewujudnyatakan mimpi membangun sekolah Katolik di wilayah Paroki ini.

Sebuah perjuangan itu akhirnya berujung manis, seiring kedatangan para Suster SSpS untuk berkarya dalam wilayah Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing.

Gunakan dulu gedung Gereja yang lama dan nanti dibuat sekat sebelum adanya gedung baru agar persekolahan Katolik dapat segera dimulai. Suster Hermine Beding yang kala itu menghadiri Pleno Dewan Pastoral Paroki sempat menitikan akir mata kala mendengar keputusan itu. Tuhan telah mengabulkan permohonan kita semua, tandasnya pelan.

Kini, sebuah taman kanak-kanak bernama TK. Santo Arnoldus Jansen telah berdiri walaupun masih mengggunakan gedung sementara dengan menggunakan gedung gereja yang lama. Sebuah perjuangan itu berbuah manis dengan tingginya minat masyarakat untuk memasukan anaknya di TK tersebut.

Sebuah awal bagus sekaligus tangga pertama telah dilalui. Kini, sebuah tantangan menanti. Akankah anak-anak tersebut hanya akan berakhir di TK saja, dan mengapa tidak kita pikirkan sekalian untuk Sekolah Dasar-nya? Sebuah pertanyaan yang terus menerus menggelayut itu terus membuncah saat Pastor Paroki, Pater Lucius Tumanggor SVD bersama para suster SSpS kemudian mulai mendorong hal tersebut.

Sebuah Visi masa depan akan sebuah persekolahan Katolik langsung bergaung kencang yang kemudian diikuti oleh sebuah pertemuan antara para relawan, Pastor Lucius Tumanggor dan Pastor Adi Manek, SVD untuk membahas rencana tersebut. Sebuah gagasan untuk membuat master plan sederhana langsung dilakukan. Lahan seluas 2,8 Hektar yang berintegrasi langsung dengan Biara Sanctisima Trinitas Nehas Liah Bing sangat representatif untuk dikembangkan dalam jangka panjang.

Biara Susteran SSpS, PG/TK dan SD akan terintegrasi dalam sebuah bentang lahan dan dalam sebuah kompleks yang sama. Kita butuh segera untuk dilakukan Land Clearing sekaligus pematangan lahan dan jika tidak ada halangan, maka awal tahun 2015 akan menjadi titik krusial, rencana kompleks persekolahan Katolik tersebut dapat terealisasi atau tidak. Disinilah letak tantangannya.

Sebagai umat beriman, kita tentu tetap bersandar kepada Tuhan dan selalu berdoa agar semua niat tulus ini dapat terealisasi dimasa depan.

Tantangan lainnya tentu yang lebih utama. Lahan tersedia, potensi siswa sangat besar, sistem pengajaran kelak juga tidak ada masalah, tetapi yang terus menjadi pertanyaan adalah bagaimana dengan pendanaannya? Sekolah Katolik bukanlah seperti sekolah negeri pemerintah yang setiap tahunnya mendapatkan asupan dana luar biasa.

Tetapi dengan sebuah semangat untuk terus maju, disamping sebuah tujuan mulia bahwa Gereja Katolik juga harus dapat mengambil peran dalam upaya membangun perubahan, khususnya pada bidang pendidikan.

Semangat yang luar biasa yang ditunjukan oleh para Suster SSpS dan juga Pater Lucius Tumanggor dan Pater Adi Manek untuk secara bersama mewujudkan rencana tersebut patut mendapatkan apresiasi yang mendalam dari seluruh umat. Mengapa? Disaat kualitas pendidikan di wilayah ini masih sangat rendah, dengan semangat luar biasa mereka terus berjuang dengan caranya untuk meyakinkan berbagai pihak agar dapat terlibat untuk mendukung rencana tersebut.

Hadirnya Pendidikan Menengah di Wilayah paroki: Menuju Visi 2020

Keresahan akan rendahnya kualitas sumberdaya manusia di dalam wilayah paroki ternyata juga terus menjadi perhatian gereja juga para pastor yang bertugas di wilayah paroki ini.

Berbagai hasil penelitian dari para pihak pun telah pula disampaikan dihadapan para pastor, bahwa gereja juga harus bisa menjawab hal tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Pater Lucius Tumanggor, SVD, dengan penuh semangat berupaya untuk meyakinkan berbagai pihak bahwa keberadaan sekolah Katolik termasuk untuk tingkat menengah (SMP dan SMA) sangat dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah ini. Beberapa kali dalam berbagai kesempatan, Pastor Paroki berupaya untuk meyakinkan beberapa Yayasan Pendidikan Katolik agar dapat melirik wilayah ini. Mengapa? Karena ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab gereja untuk dapat berperan dalam memajukan SDM masyarakat di wilayah ini.

Sebuah kabar menarik datang pada periode Oktober 2014. Sebuah komunitas Suster FJJM Sumatera tertarik untuk datang melaksanakan assessment awal ke Paroki Santa Maria Ratu Damai.

Prosespun segera dimulai. Berbagai berkas disiapkan oleh Pater Lucius Tumanggor, SVD, dan akhirnya disepakati bahwa Keuskupan Agung Samarinda, Kalimantan Timur, melalui Administrator Uskup Agung Samarinda akan menyurati Kongregasi FJJM agar dapat datang ke Paroki Santa Maria Ratu Damai.

Sebuah niat tulus tersebut tentulah membutuhkan semangat dan kerja keras serta doa. Bahwa langkah-langkah strategis telah dilakukan. Fondasi awal telah diletakan, kita percaya, bahwa jika ketulusan niat ini terus dijaga dan digelorakan, harapan akan lahirnya persekolahan Katolik di wilayah ini tentu tidak akan menjadi belaka.


Oleh karena itu, sudah selayaknya kita semua mendukung langkah kongkrit yang telah dilakukan oleh para pastor serta para suster yang berkarya dalam Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing dan sebuah pesan penting seyogyanya kami sampaikan, bahwa para pastor, para suster "tidak tidur". Karena mereka telah berjuang dengan caranya sendiri dan hendaklah kita mendukung dan mendoakan agar kelak semua rencana tersebut dapat terwujud. Semoga............ (adm).