Kamis, 10 Januari 2013

Sukses, kegiatan Anak Misioner di Stasi St. Petrus Bea Nehas_Wehea_East Borneo


Stasi St. Petrus Bea Nehas Sukses Selenggarakan Pekan Anak Misioner
Bea Nehas, Wehea (6/1/13)


Mengusung tema Anak dan Remaja Bertumbuh dalam Iman dan Kebenaran, sebanyak 417 orang perwakilan anak missioner dari 10 stasi dalam Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing mengikuti Pekan Anak Misioner yang dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 4 – 6 Januari 2013.

Sejak pukul 11.00 wiata, para peserta dari berbagai stasi mulai berdatangan ke Desa Bea Nehas hingga sore hari menjelang pembukaan kegiatan.

Dari registrasi kepada panitia pelaksana, ternyata dari 18 stasi yang diharapkan hadir hanya 10 stasi yang mengirimkan pesertanya. Delapan stasi lainnya tidak mengirimkan peserta karena adanya beberapa halangan, diantaranya dari Stasi Long Wehea, Diaq Leway, Batu Ampar, Sungai Elang, Mawai, Astra, dan lain-lain.

Diawali Misa Pembukaan yang dipimpin oleh Pastor Moderator (Pater Lucius Tumanggor, SVD) serta didampingi oleh Pater Thomas Sudarmoko, SVD (pastor paroki), misa pembukaan tersebut berlangsung hikmat dan dimeriahkan pula oleh kelompok koor dari para peserta missioner Stasi St. Petrus Bea Nehas.

Beragam persiapan yang dilaksanakan sejak awal tahun 2013 berbuah sukses dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat di Desa Bea Nehas, baik dari Pemerintah Desa, Lembaga Adat, Satuan Pendidikan serta masyarakat desa, seluruh warga Desa Bea Nehas bahu membahu melakukan persiapan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pecan anak missioner.

Agar dapat menampung membludaknya peserta yang hadir, panitia membangun tenda tambahan dihalaman gereja, juga memaksimalkan seluruh ruang kelas di SDN 006 Bea Nehas sebagai tempat menginap peserta serta menyediakan sebuah dapur umum sementara sekaligus sebagai tempat bagi kelompok PKK desa serta ibu-ibu untuk menyiapkan konsumsi peserta selama 3 hari pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dalam homilinya, Pater Lucius Tumanggor, SVD, menyerukan kepada seluruh peserta pekan anak missioner untuk bersatu dan rajin untuk membangun benih iman dan kebenaran.

Anak missioner adalah pionir dan penerus perjalanan misi iman Katholik dalam wilayah ini, sehingga dengan kegiatan tersebut diharapkan juga dapat menyebarkan benih Kasih dalam kehidupan keseharian mereka.

Pasca Misa Pembukaan, dilanjutkan dengan makan malam bersama dan diikuti dengan perlombaan paduan suara. 

Padatnya jadwal kegiatan anak missioner serta hujan yang mengguyur sejak sore hari ternyata tidak menyurutkan langkah dan semangat anak-anak dari 10 stasi yang hadir untuk menunjukan kemampuan terbaiknya dalam lomba tersebut.

Kelompok-kelompok paduan suara anak-anak missioner tersebut ternyata sekali lagi menunjukan besarnya potensi yang luar biasa yang dimiliki oleh anak-anak tersebut. Beberapa perwakilan stasi bahkan sudah sangat piawai dalam berbagi suara dalam paduan suara tersebut.

Sebuah bakat-bakat baru telah lahir. Anthemus, salah satu pendamping anak missioner dari Stasi Reinha Rosari SP-3 Wahau yang juga menjadi dirigen utama bagi kelompok Koor Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing mengungkapkan bahwa kedepan bakat-bakat yang telah ada ini harus semakin sering diasah, agar bibit-bibit baru tersebut dapat menjadi kader-kader terbaik dalam proses regenaris untuk meneruskan senior-senior mereka.

Lomba paduan suara baru berakhir pada pukul 22.30 wita dan seluruh peserta beristrirahat pada tempat yang telah disediakan oleh panitia bertempat di SDN 006 Bea Nehas bersama para pendamping remaja dan orang tua.

Pada hari berikutnya (5/1/13), kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan cerdas cermat, yang bertujuan untuk menguji sekaligus mengasah dan menanamkan kemampuan bagi anak-anak missioner tentang Kitab Suci serta nilai-nila Katholik.

Beberapa permainan untuk membangun karakter bagi anak-anak missioner yang dikemas dalam bentuk perlombaan juga dilaksanakan, dimana nilai positif yang ditanamkan dalam kegiatan tersebut adalah membangun nilai kebersamaan serta sportifitas dan saling menghargai satu dengan yang lainnya.

Sebuah nilai lainnya yang coba ditanamkan pada anak-anak tersebut adalah agar anak-anak missioner tidak hanya mengejar nilai-nilai kemenangan, tetapi bagaimana menghargai peserta lainnya yang belum berhasil.

Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan lomba baca Kitab Suci, dimana sebanyak 10 stasi masing-masing mengirimkan perwakilan terbaiknya pada bagian putra dan putri, dan semua peserta berusaha semaksimal mungkin untuk menunjukan kemampuannya dalam membaca Kitab Suci.

Kegiatan anak-anak missioner pada hari kedua akhirnya ditutup pada pukul 10.30 wita. Sesaat setelah peserta beristirahat, para pendamping anak-anak missioner kemudian melakukan pertemuan bersama dengan panitia pelaksana yang dipimpin langsung oleh Pater Thomas Sudarmoko, SVD.

Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan sedikit evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan, serta rencana kegiatan penutupan, dan dalam pertemuan tersebut akhirnya dicapai solusi terhadap beberapa persoalan yang dihadapi oleh panitia pelaksana.

Keesokan harinya (6/1/13), dilaksanakan Misa Penutupan yang dimpimpin langsung oleh Pater Thomas Sudarmoko, SVD, yang sekaligus menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut, baik dari pemerintah desa, lembaga adat, kelompok ibu-ibu yang sangat luar biasa dalam menyiapkan konsumsi dan juga kepada seluruh warga Desa Bea Nehas serta pihak ketiga lainnya yang telah turut berpartisipasi.

Dalam seruannya, Pater Thomas, SVD, juga berpesan kepada anak-anak missioner agar tetap tekun dalam doa serta selalu membangun kebersamaan dalam setiap kesempatan.

Sementara itu, dalam sambutan, Ketua Panitia Pelaksana, Bapak Fransiskus Mu’is juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada seluruh peserta dan semua elemen yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut, serta sekaligus melaporkan sumber-sumber pendanaan yang diterima oleh panitia pelaksana.

Kegiatan penutupan yang dinanti-nantikan oleh seluruh peserta pun tiba. Semua peserta dengan setia menantikan pengumuman yang disampaikan oleh panitia pelaksana.

Sorak-sorai langsung terdengar dari para peserta ketika pengumuman pemenang lomba disampaikan, dan akhirnya Stasi St. Petrus Bea Nehas kali ini berhasil mempertahankan juara umum seperti yang telah diraih pada 2 tahun sebelumnya.

Kebahagian terpancar dari wajah-wajah seluruh peserta, sebuah kebagiaan lain terbersit dari wajah-wajah polos mereka. Sebuah kegiatan anak missioner kali ini telah menyatukan mereka dalam sebuah kebahagiaan bersama, dan sesuai dengan tema: Anak dan Remaja Misioner Bertumbuh dalam Iman dan Kebenaran akhirnya benar-benar menjadi nyata.

Pekan anak missioner yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut selesai, sebuah kebahagiaan lainnya juga tampak dirasakan oleh masyarakat Bea Nehas selaku tuan rumah. Pelaksanaan kegiatan tersebut telah memberikan tantangan bersama bagi mereka, sehingga dengan dukungan seluruh masyarakat akhirnya seluruh kegiatan berjalan lancar dan cukup sukses.

Akhirnya, sesuai dengan penunjukan oleh Pastor Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing, ditetapkan Stasi Fransiskus Assisi SP-5 Wahau untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan pekan anak missioner tahun 2014.
Sayonara……..sampai bertemu pada pekan anak missioner tahun 2014 di Stasi St. Fransiskus Assisi, semoga rasa persaudaraan yang telah terbina dapat terus dipupuk dalam mewujudkan dan menumbuhkan nilai-nila Kristiani dalam setiap langkah hidup kita……………

Tidak ada komentar:

Posting Komentar