Senin, 28 April 2014

Rencana Pembangunan di Gereja Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing, Wehea, Kutai Timur, Kaltim

Penghijauan Kawasan Gereja Santa Maria Ratu Damai



Pater Thomas Sudarmoko, SVD, semasa bertugas di Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing mengungkapkan harapannya bahwa dalam 5 tahun mendatang kawasan gersang ini harus bisa berubah dan dipenuhi oleh pepohonan hijau.

Oleh karena itu, sejak tahun 2013 telah dilakukan penanaman berbagai jenis pohon di kawasan seluas kurang lebih 2 hektar di areal Gereja Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing, Wehea, Kutai Timur, Kaltim.

Lahan yang dahulunya gersang pada saat ini telah ditanami dengan berbagai jenis bibit pohon, baik buah-buahan maupun tanaman hutan. Khusus untuk hal tersebut, oleh Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santa Maria Ratu Damai melalui Rapat Pleno Tahun 2014 menunjuk saudara Chris Djoka yang pernah pekerja di The Nature Conservancy (TNC) untuk membantu merealisasikan hal tersebut.

Oleh karena itu, untuk merealisasikan hal tersebut telah dilakukan pembagian areal khusus, baik untuk tanaman buah-buahan ataupun tanaman hutan serta untuk taman. Menurut Chris Djoka, pada bagian halaman depan yang menjadi beranda gereja akan dilengkapi dengan sebuah taman serta menara Patung Bunda Maria yang merupakan sumbangan dari seorang donatur termasuk pada sisi kiri dan kanan depan gereja, sementara pada sisi dekat batas daerah parkiran kendaraan roda-4 akan difokuskan untuk tanaman buah-buahan serta beberapa jenis tanaman hutan, sedangkan pada bagian belakang akan ditanami beberapa jenis pohon endemik Kalimantan seperti Kapur, Meranti, Ulin, dan lain-lain.


Selain itu, kita juga akan melakukan penghijauan pada jalur jalan dari Kampung Nehas Liah Bing maupun dari Jalan Poros Wehea serta Jalan Paroki dan kita berharap sekian tahun kedepan kondisi yang gersang ini dapat kita ubah menjadi hijau atau semacam hutan kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar