Jumat, 21 Oktober 2011

Perjalan Ziarah Suster Reneldis SSpS ke Stayl dan Vatikan


Suster Reneldis, SSpS

Hampir dua tahun bertugas di Paroki St. Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing. Berkarya bersama dua rekan suster lainnya, yaitu Sr. Luis, SSpS dan Sr. Hermine, SSpS, dalam membantu Karya Pelayanan Gereja.
Tanpa disangka, sebuah pesan kegembiraan menghampirinya pada awal tahun 2011. Suster akan bergabung bersama para suster lainnya dalam kongregasi untuk mengunjungi Pusat Kongregasi SSpS di Belanda.
Sr. Reneldis, SSpS
Kaget, haru, seolah bercampur, ketika mendapat kabar gembira tersebut. Tidak pernah terpikir saya terpilih untuk mengikuti kegiatan tersebut. Ini adalah berkat dari Tuhan, dimana saya menjadi salah satu orang yang dipilih oleh kongregasi agar dapat terlibat. Demikian ungkapnya disuatu sore dalam sebuah obrolan kecil di Pastoran Paroki Santa Maria Ratu Damai.

Persiapanpun dilakukan. Diawali dengan pembuatan pasport tentunya, sehingga selama lebih dari satu minggu Sr. Reneldis, SSpS harus bolak-balik ke kantor Imigrasi. Beruntung, saya bertemu dengan Mama Pirlo, salah seorang umat yang pernah berdomisili di Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing yang sangat membantu proses pengurusan tersebut dan menemani saya hingga selesainya semua urusan tersebut.
Setelah semuanya selesai, pada pertengahan Juni 2011, Sr. Reneldis berangkat ke Malang untuk mengikuti persiapan lanjutan sekaligus mengikuti kegiatan training tentang kepribadian diri bersama para suster lain yang tergabung dalam satu rombongan.
bersama anggota kongregasi di malang
Pasca kegiatan di Malang selama satu setengah bulan, perjalanan panjangpun dimulai. Ini bukan perjalanan biasa, tetapi ini adalah sebuah ziarah, dimana tujuan kami adalah ke Pusat Kongregasi SSpS dunia di sebuah kota kecil bernama Stayl di negeri Belanda.
Perjalanan dimulai dari Surabaya menuju Jakarta kemudian Dubai di jazirah Arab. Dari Dubai kami terbang menuju Duseldorf Jerman, dan hanya empat pulu lima menit kami disana, seterusnya kami menuju Belanda.
Benar-benar sebuah mimpi. Seumur hidup, dan setelah memulai hidup membiara, saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan mengikuti perjalanan ziarah ini. Banyak hal yang kami lakukan di Stayl. Disana, selama seminggu, para suster yang terlibat kembali untuk belajar kembali mengenai sejarah berdirinya kongregasi SSpS, termasuk mengunjungi rumah-rumah para pendiri kongregasi yang telah berubah menjadi tempat-tempat ziarah. Ini bukan berjalanan biasa, tetapi perjalanan penuh makna, dimana dalam kesempatan tersebut juga kembali untuk memaknai arti panggilan yang dijalani dan setelah perjalanan ziarah selesai, selama seminggu berikutnya, para suster berkumpul untuk mengikuti Retreat.
Pasca di kota kecil Stayl, perjalanan dilanjutkan ke Kota Tyrol di Italia Selatan untuk melakukan ziarah berikutnya ke rumah Misionaris pertama SVD. Di Tyrol, kegiatan ziarah tersebut berlangsung selama dua hari, dan setelah itu mealnjutkan perjalanan menuju kota abadi, Roma.
Dalam obrolan kecil tersebut, kembali Suster Reneldis mengenang. Ini adalah berkat dari Tuhan. Tidak pernah terbayangkan bahwa suatu saat saya akan berada di Roma, menginjakan kaki di Kota Suci Vatikan, dan melakukan audiens dengan Sri Paus.
bersama rekan suster ssps di malang
Selama sepuluh hari para suster berada di Kota Roma. Banyak kegiatan dilakukan di kota tersebut, yaitu ziarah ke gereja-gereja kuno, coloseum, katakombe dan lain-lain. Sebuah pengalaman yang paling mengharukan adalah ketika berkesempatan menginjakan kaki di Vatikan.
Kota Suci yang sebelumnya hanya dilihat dan diketahui dari bacaan atau berita, seperti mimpi, kami benar-benar berada di sana. Sangat mengharukan, dan tidak dapat diungkapkan dengan kata, pada waktu yang telah ditentukan, kami bertemu dengan Paus Benediktus XVI.  Sebuah berkat yang luar biasa tentunya. Benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan, bertemu dengan Sang Pemimpin Gereja Katholik sedunia.
persiapan pra-ziarah
Kini, Suster Reneldis SSpS telah kembali dan melanjutkan karya-karya sosialnya bersama para suster SSpS lainnya, untuk meneruskan panggilan dalam melayani Yesus.
Sebelum mengakhiri cerita, Sr. Reneldis SSpS kembali mengatakan, bahwa ini semua adalah berkat dari Tuhan, dan sebagai kata akhir, mengucapkan terima kasih kepada kongregasi, yang telah memilihnya untuk dapat menjadi bagian dalam perjalanan ziarah tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar